Kita perlu mengubah cara berpikir tentang bagaimana mendapatkan penghasilan. Saat ini, kita telah memasuki era wirausaha dimana berprofesi sebagai wirausaha bukan lagi sebagai profesi yang nomor dua atau nomor sepatu. Bahkan suatu saat, profesi sebagai wirausaha adalah profesi yang elit. Kondisi seperti ini membuat kita harus mencari sesuatu yang bisa mengarahkan pikiran dan tindakan dalam era bisnis dan wirausaha.
Seiring memasuki era wirausaha, banyak bermunculan buku dan majalah yang mengupas permasalahan bisnis sejak bagaimana membangkitkan motivasi bisnis sampai memmunculkan peluang bisnis. Fenomena demikian perlu diapresiasi dengan baik karena memberikan alternatif bagi kita untuk belajar berbisnis. Namun fenomena tersebut kadang malah menjadi kontraproduktif karena membuat kita malah jadi semakin BANYAK PERTIMBANGAN. Buku dan majalah tersebut kadang memberikan banyak alternatif bisnis, lalu bagaimana kita memilih sekian alternatif bisnis yang sudah disajikan ???. Banyak pertimbangan inilah yang kadang membuat kita tidak segera mengambil keputusan dalam berbisnis.
Pertimbangan yang harus anda lakukan :
1. jangan bingung dengan banyaknya alternatif bisnis yang anda terima dari media, berusahalah untuk jangan larut dan tetaplah berpikir rasional dan obyektif
2. perlu anda yakini bahwa kita harus berorientasi proses dalam bisnis, jangan berorientasi hasil. Jika berorientasi hasil maka anda akan merasa gagal jika hasil tersebut tidak tercapai. Oleh karenanya, dalam memilih bisnis, jangan terpaku pada bisnis yang menyajikan analisa ekonomis yang menggambarkan laba yang besar. Namun, pilihlah bisnis yang anda merasa bisa berproses dengan baik dengan pilihan bisnis tersebut.
3. pilihlah bisnis yang sesuai dengan chemistry anda dan sesuai dengan lingkungan anda. lingkungan dalam arti luas
4. pilihlah bisnis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar anda
5. susunlah kriteria-kriteria yang bisa anda pakai untuk memilih banyaknya alternatif bisnis yang disajikan, semisal permodalan, keterampilan teknis yang anda miliki, tingkat keberhasilan bisnis berhasil situasi persaingan bisnis dll
So, tetaplah semangat untuk berbisnis, kebingungan dalam memilih bisnis adalah tanda bahwa diri anda memang punya keinginan untuk berbisnis
Semoga bermanfaat
Minggu, 03 Januari 2010
Mengubah Kelemahan menjadi Kekuatan sebagai Calon Pengusaha
Banyak orang yang berhasil dalam usahanya tetapi tidak mempunyai semua keterampilan yang diperlukan ketika mereka memulai usaha. Keterampilan dapat dipelajari dan dikembangkan. Jika perlu Anda dapat bekerja dengan kelemahan Anda, kemudian mengubah kelemahan tersebut menjadi kekuatan.
Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kekuatan Anda sebagai calon pengusaha, yaitu minta bantuan kepada orang lain, mengikuti pelatihan, mengamati sauaha orang lain dan membaca buku.
Setelah anda mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda (baca artikel : Pantaskah aku jadi wirausahawan ??), apa yang perlu Anda kerjakan untuk memperbaikinya ? berikut ini alternatif jalan yang bisa Anda kerjakan :
1. jika anda menilai bahwa keterampilan teknis anda adalah lemah, carilah agar anda dapat memperoleh keterampilan teknis tersebut untuk usaha anda. Misalnya, mengikuti pelatihan, mempekerjakan tenaga yang terampil atau mendapatkan mitra kerja yang mempunyai keterampilan yang tepat. Ada resiko yang akan terjadi jika anda mempekerjakan tenaga kerja yang terampil atau mencari mitra kerja yang mempunyai keterampilan yang tepat, resiko tersebut adalah anda akan memiliki ketergantungan kepada tenaga kerja atau mitra kerja tersebut. Ketergantungan tersebut akan mengakibatkan perkembangan usaha yang rentan terjadi perselisihan. Cara yang bisa anda tempuh adalah walau telah memiliki tenaga kerja atau mitra kerja yang terampil, anda harus tetap belajar dan usahakan ada proses transfer keterampilan. Khusus untuk mitra kerja, anda harus berhati-hati melakukan perjanjian, kalau anda belum percata benar dengan si mitra kerja, sebaiknya perjanjian bersifat sementara yang sewaktu-waktu bisa dikaji ulang. Semua hal tersebut perlu dilakukan, bukan dalam rangka buruk sangka tetapi untuk menjaga hubungan bisnis dan perkembangan bisnis anda
2. jika anda menilai bahwa keterampilan anda tentang pengelolaan usaha adalah lemah, anda dapat belajar dengan membaca buku tentang pengelolaan usaha
3. jika anda menilai bahwa pengetahuan anda tentang jenis usaha adalah lemah maka anda sebaiknya bekerja sama dengan mitra kerja yang berpengalaman atau seseorang yang mampu memberikan nasehat kepada anda tentang masalah tersebut.
Ketiga hal diatas adalah kelemahan yang sifatnya teknis bisnis sedangkan kelemahan yang sifatnya motivasi dan komitmen bisnis perlu lebih anda perhatikan. Jika anda memiliki kelemahan dalam motivasi dan komitmen, maka carilah lingkungan/komunitas yang dengannya anda bisa mencurahkan keluh kesah seputar proses anda membangun bisnis. Insyaallah, akan ada banyak orang yang memotivasi anda
Semoga bermanfaat
Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kekuatan Anda sebagai calon pengusaha, yaitu minta bantuan kepada orang lain, mengikuti pelatihan, mengamati sauaha orang lain dan membaca buku.
Setelah anda mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda (baca artikel : Pantaskah aku jadi wirausahawan ??), apa yang perlu Anda kerjakan untuk memperbaikinya ? berikut ini alternatif jalan yang bisa Anda kerjakan :
1. jika anda menilai bahwa keterampilan teknis anda adalah lemah, carilah agar anda dapat memperoleh keterampilan teknis tersebut untuk usaha anda. Misalnya, mengikuti pelatihan, mempekerjakan tenaga yang terampil atau mendapatkan mitra kerja yang mempunyai keterampilan yang tepat. Ada resiko yang akan terjadi jika anda mempekerjakan tenaga kerja yang terampil atau mencari mitra kerja yang mempunyai keterampilan yang tepat, resiko tersebut adalah anda akan memiliki ketergantungan kepada tenaga kerja atau mitra kerja tersebut. Ketergantungan tersebut akan mengakibatkan perkembangan usaha yang rentan terjadi perselisihan. Cara yang bisa anda tempuh adalah walau telah memiliki tenaga kerja atau mitra kerja yang terampil, anda harus tetap belajar dan usahakan ada proses transfer keterampilan. Khusus untuk mitra kerja, anda harus berhati-hati melakukan perjanjian, kalau anda belum percata benar dengan si mitra kerja, sebaiknya perjanjian bersifat sementara yang sewaktu-waktu bisa dikaji ulang. Semua hal tersebut perlu dilakukan, bukan dalam rangka buruk sangka tetapi untuk menjaga hubungan bisnis dan perkembangan bisnis anda
2. jika anda menilai bahwa keterampilan anda tentang pengelolaan usaha adalah lemah, anda dapat belajar dengan membaca buku tentang pengelolaan usaha
3. jika anda menilai bahwa pengetahuan anda tentang jenis usaha adalah lemah maka anda sebaiknya bekerja sama dengan mitra kerja yang berpengalaman atau seseorang yang mampu memberikan nasehat kepada anda tentang masalah tersebut.
Ketiga hal diatas adalah kelemahan yang sifatnya teknis bisnis sedangkan kelemahan yang sifatnya motivasi dan komitmen bisnis perlu lebih anda perhatikan. Jika anda memiliki kelemahan dalam motivasi dan komitmen, maka carilah lingkungan/komunitas yang dengannya anda bisa mencurahkan keluh kesah seputar proses anda membangun bisnis. Insyaallah, akan ada banyak orang yang memotivasi anda
Semoga bermanfaat
Rabu, 30 Desember 2009
Tips Mulai Bisnis
Ada beberapa triks memilih bisnis antara lain :
1. pilihlah bisnis yang proses bisnisnya tidak rumit
2. pilihlah bisnis yang masih dalam proses tumbuh, jangan pilih bisnis yang sudah kelihatan pasarnya sudah jenuh
3. usahakan produk/jasa bisnis langsung sampai ke konsumen akhir, jadi tak perlu melewati pengepul/pedagang/calo
4. pilihlah bisnis yang tingkat perputaran uangnya cepat, misal bisnis makanan atau minuman
5. pilihlah bisnis yang anda memiliki keterampilan langsung dengan operasionalisasi bisnis, sehingga anda tidak menggantungkan pada karyawan anda
6. pilih bisnis yang modal tetapnya sedikit sehingga modal yang ada bisa dipakai untuk operasionalisasi bisnis
7. pilihlah bisnis yang dalam 3 bulan sudah bisa nampak hasilnya, hal ini memudahkan anda mengukur tingkat keberhasilan di awal bisnis dan tingkat modal yang anda miliki
8. jika anda mampu dan bisa memperkirakan pertumbuhan pasar ke depan, buatlah produk baru dan otomatis anda membuat pasar baru. dengan begitu, suatu saat di masa datang, anda akan jadi pemain utama di bisnis tersebut.
1. pilihlah bisnis yang proses bisnisnya tidak rumit
2. pilihlah bisnis yang masih dalam proses tumbuh, jangan pilih bisnis yang sudah kelihatan pasarnya sudah jenuh
3. usahakan produk/jasa bisnis langsung sampai ke konsumen akhir, jadi tak perlu melewati pengepul/pedagang/calo
4. pilihlah bisnis yang tingkat perputaran uangnya cepat, misal bisnis makanan atau minuman
5. pilihlah bisnis yang anda memiliki keterampilan langsung dengan operasionalisasi bisnis, sehingga anda tidak menggantungkan pada karyawan anda
6. pilih bisnis yang modal tetapnya sedikit sehingga modal yang ada bisa dipakai untuk operasionalisasi bisnis
7. pilihlah bisnis yang dalam 3 bulan sudah bisa nampak hasilnya, hal ini memudahkan anda mengukur tingkat keberhasilan di awal bisnis dan tingkat modal yang anda miliki
8. jika anda mampu dan bisa memperkirakan pertumbuhan pasar ke depan, buatlah produk baru dan otomatis anda membuat pasar baru. dengan begitu, suatu saat di masa datang, anda akan jadi pemain utama di bisnis tersebut.
Selasa, 29 Desember 2009
Pantaskah Aku jadi Wirausahawan ???
Saya yakin di benak setiap orang, minimal akan terbetik pertanyaan "pantaskah aku jadi wirausahawan". Pertanyaan tersebut muncul karena sejak kecil memang tidak dididik menjadi seorang wirausahawan. Sewaktu kecil, selalu orang tua kita mengidam-idamkan anaknya menjadi dokter, insinyur, pilot, tentara dsb. Pernahkah kita diidam-idamkan menjadi seorang wirausahawan ???. Dampak harapan orang tua tersebut bisa sangat jauh karena untuk menggapai harapan tersebut, orang tua kita selalu mendorong untuk sekolah setinggi-tingginya agar memperoleh pekerjaan yang mapan. Sekarang ini, ketika lowongan pekerjaan terbatas, akankan harapan orang tua kita akan terwujud dengan mudah ??? Terus, apakah harapan orang tua supaya anaknya hidup makmur dan berkecukupan juga akan terpupus sudah ??? Jawabannya adalah tidak, selanjutnya apa yang akan kita lakukan ketika diri kita sudah bergelar sarjana tapi belum mendapat pekerjaan ??? Akankah kita biarkan ilmu yang kita dapatkan di bangku sekolah menguap begitu saja tanpa memberikan manfaat bagi kita ???. Jawabannya adalah tidak perlu khawatir masih banyak jalan bagi kita untuk bekerja tanpa harus bekerja pada orang lain/perusahaan/negara. Kita harus mempunyai positif thinking dan melihat pada potensi yang sudah kita miliki yaitu ilmu yang didapat dari bangku sekolah. Kita harus melihat pada kekuatan yang kita memiliki, antara lain :
1. kita sudah memiliki pengetahuan (kalaupun tidak bergelar, kita pernah mendapatkan ilmu dari bangku sekolah, tidak menjadi masalah tingkatan sekolahnya)
2. orang akan lebih percaya pada orang yang memiliki pengetahuan (tentu kalo ada gelar, lebih membuat seseorang percaya). So, ketika kita mengajukan pinjaman/kerjasama bisnis, orang akan lebih percaya. Tentu, trust/kepercayaan tidak hanya dibentuk oleh pengetahuan tapi ada juga faktor yang lain.
3. orang yang bersekolah, pasti memiliki temen-temen/komunitas. Komunitas yang kita miliki bisa menjadi modal sosial kita dalam berbisnis
Setelah kita melihat pada kekuatan yang diperoleh dari bangku sekolah, kita juga perlu obyektif melihat pada kelemahan yang kita miliki. Kelemahan yang kita miliki bukanlah sesuatu yang bersifat permanen dan tidak bisa diubah. Semua yang ada di dunia ini sangat mungkin mengalami perubahan, jadi jangan terlalu khawatir dengan kelemahan yang menghinggapi kita. Kelemahan tersebut antara lain :
1. sekolah kita dulu tidak mengajarkan kecuali ilmu yang lebih bersifat teoritis
2. sekolah kita telah mengakibatkan kita terkungkung dinding-dinding sekolah sehingga kita tidak berkesempatan untuk berinteraksi dan mengembangkan kemampuan sosial kita
3. ketika kita lulus dari bangku sekolah, kita belum mempunyai pengalaman praktek yang bisa jadi bekal bisnis. Pengalaman praktek yang saya maksud adalah pengalaman seperti pengalaman menjual, negosiasi bisnis, pengalaman gagal dalam menjual
4. sekolah tidak pernah mengajarkan kita akan nikmatnya kegagalan. bukankah kita selalu digenjot untuk mendapatkan nilai yang baik sebagai simbol kesuksesan dalam belajar bahkan hanya anak yang mendapat nilai yang bagus saja yang mendapatkan penghargaan
So, imbang sudah kita mengevaluasi diri baik kekuatan dan kelemahan telah kita ketahui. lalu dengan bekal kekuatan dan kelemahan tersebut, apakah masih pantas kita memasuki dunia bisnis sehingga dengannya kita akan bergelar bisnisman., Para wirausahawan yang berhasil, bukanlah berhasil kareja mereka berntung, tetapi mereka berhasil karena kerja keras mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki sekaligus mengembangkan keterampilan teknis (ingat bisnis memang butuh pengetahuan konsep tetapi yang tidak kalah pentingnya juga membutuhkan pengetahuan teknis/keterampilan.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kita lihat pada diri kita apakah hal-hal beriku telah kita miliki untuk bekal sukses dalam bisnis :
1. komitmen. memiliki komitmen adalah bekal utama dalam bisnis yang (sulit) tidak diajarkan di dalam bangku sekolah/kuliah. adanya komitmen akan menunjukkan gambaran sejauh manakah kesiapan kita untuk kerja keras secara mandiri tanpa tergantung pada target yang ditentukan oleh orang lain/prusahaan.
2. motivasi. keberhasilan usaha kita akan lebih mungkin tercapai jika memang kita benar-benar ingin menjadi pengusaha. Keinginan yang tulus dan ikhlas karena membangun bisnis bukan perkara yang mudah, kalo keinginan tidak ikhlas dan tulus maka ketika bisnis gagal maka akan membuat diri kita mundur dari cita-cita sebagai pengusaha. Ingin jadi pengusaha bukan karena untuk mengisi waktu dan hanya ingin mengerjakan sesuatu. Membangun bisnis perlu perhatian yang totalitas
3. kejujuran. proses bisnis selalu tidak bisa lepas dari trust/kepercayaan antara pihak-pihak yang berinteraksi di dalam bisnis minimal kepercayaan antara penjual/pengusaha dengan pembeli. Rasa kepercayaan satu sama lain bisa dibangun hanya jika tidak ada dusta diantara penjual dan pembeli. Sekali saja dusta maka bisnis akan hancur karena hilangnya trust/kepercayaan
4. kesehatan. Jika tubuh kita sehat maka kita akan mempunyai kemampuan untuk menjalankan proses membangun bisnis. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga karena membangun bisnis melibatkan proses psikologi yang jika tidak pandai mengatur akan mengakibatkan stress. Stress itulah yang akan menurunkan daya tahun tubuh, daya tahan tubuh yang menurun akan mengakibatkan sakit.
5. mengambil resiko. Bisnis selalu mempunyai piliha-pilihan, di dalam pilihan-pilihan bisnis selalu terikut di dalamnya resiko. oleh karena itu, kesiapan mengambil resiko adalah diperlukan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi dalam bisnis. Namun, pengambilan resiko tidak boleh ceroboh, harus dengan proses prtimbangan rasional dan obyektif dengan melihat pada tingkat resiko yang akan terjadi pada setiap pilihan-pilihan bisnis
6. membuat keputusan. jika membangun usaha selalu disertai dengan proses pengambilan keputusan bahkan terkadang menghadapi keputusan yang sulit semisal harus merumahkan karyawan karena tidak bisa bekerja dengan baik
7. keadaan keluarga. faktor dukungan keluarga sangat penting bahkan dukungan mereka merupakan faktor terpenting, keluarga adalah orang paling dekat (idealnya lho) dengan kita, yang jika kita sedang pusing memikirkan bisnis, kita bisa mendiskusikan dengan mereka. Apalagi jika kita adalah kepala keluarga, tentu dukungan istri sangat menentukan (idealnya lagi lho)
8. keterampilan mengelola usaha. ini adalah keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai. keterampilan dalam bidang penjualan adalah yang paling penting, tetapi keterampilan dalam bidang lain juga diperlukan seperti pengelolaan biaya dan penjualan. keterampilan mengelola usaha merupakan keterampilan yang sifatnya umum, bisnis apa saja membutuhkan jenis keterampilan ini.
9. keterampilan teknis. keterampilan lain yang perlu dikuasai selain keterampilan mengelola usaha yaitu keterampilan teknis. keterampilan teknis ini bersifat khusus tergantung pada bisnis yang akan diterjuni. kalo kita akan terjun ke dunia percetakan, maka kita menguasai keterampilan desain grafis dan mengoperasikan mesin-mesin percetakan
10.pengetahuan tentang jenis usaha. gabungan antara keterampilan teknis dan keterampilan mengelola usaha akan menggambarkan pengetahuan tentang jenis usaha kita
Bagi yang belum memiliki faktor-faktor diatas, mari kita pelajari, sedangkan yang sudah memiliki, mari kita implementasikan. Kita bisa mempelajari sambil mengerjakan/mengimplementasikan.
Semoga bermanfaat
1. kita sudah memiliki pengetahuan (kalaupun tidak bergelar, kita pernah mendapatkan ilmu dari bangku sekolah, tidak menjadi masalah tingkatan sekolahnya)
2. orang akan lebih percaya pada orang yang memiliki pengetahuan (tentu kalo ada gelar, lebih membuat seseorang percaya). So, ketika kita mengajukan pinjaman/kerjasama bisnis, orang akan lebih percaya. Tentu, trust/kepercayaan tidak hanya dibentuk oleh pengetahuan tapi ada juga faktor yang lain.
3. orang yang bersekolah, pasti memiliki temen-temen/komunitas. Komunitas yang kita miliki bisa menjadi modal sosial kita dalam berbisnis
Setelah kita melihat pada kekuatan yang diperoleh dari bangku sekolah, kita juga perlu obyektif melihat pada kelemahan yang kita miliki. Kelemahan yang kita miliki bukanlah sesuatu yang bersifat permanen dan tidak bisa diubah. Semua yang ada di dunia ini sangat mungkin mengalami perubahan, jadi jangan terlalu khawatir dengan kelemahan yang menghinggapi kita. Kelemahan tersebut antara lain :
1. sekolah kita dulu tidak mengajarkan kecuali ilmu yang lebih bersifat teoritis
2. sekolah kita telah mengakibatkan kita terkungkung dinding-dinding sekolah sehingga kita tidak berkesempatan untuk berinteraksi dan mengembangkan kemampuan sosial kita
3. ketika kita lulus dari bangku sekolah, kita belum mempunyai pengalaman praktek yang bisa jadi bekal bisnis. Pengalaman praktek yang saya maksud adalah pengalaman seperti pengalaman menjual, negosiasi bisnis, pengalaman gagal dalam menjual
4. sekolah tidak pernah mengajarkan kita akan nikmatnya kegagalan. bukankah kita selalu digenjot untuk mendapatkan nilai yang baik sebagai simbol kesuksesan dalam belajar bahkan hanya anak yang mendapat nilai yang bagus saja yang mendapatkan penghargaan
So, imbang sudah kita mengevaluasi diri baik kekuatan dan kelemahan telah kita ketahui. lalu dengan bekal kekuatan dan kelemahan tersebut, apakah masih pantas kita memasuki dunia bisnis sehingga dengannya kita akan bergelar bisnisman., Para wirausahawan yang berhasil, bukanlah berhasil kareja mereka berntung, tetapi mereka berhasil karena kerja keras mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang mereka miliki sekaligus mengembangkan keterampilan teknis (ingat bisnis memang butuh pengetahuan konsep tetapi yang tidak kalah pentingnya juga membutuhkan pengetahuan teknis/keterampilan.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kita lihat pada diri kita apakah hal-hal beriku telah kita miliki untuk bekal sukses dalam bisnis :
1. komitmen. memiliki komitmen adalah bekal utama dalam bisnis yang (sulit) tidak diajarkan di dalam bangku sekolah/kuliah. adanya komitmen akan menunjukkan gambaran sejauh manakah kesiapan kita untuk kerja keras secara mandiri tanpa tergantung pada target yang ditentukan oleh orang lain/prusahaan.
2. motivasi. keberhasilan usaha kita akan lebih mungkin tercapai jika memang kita benar-benar ingin menjadi pengusaha. Keinginan yang tulus dan ikhlas karena membangun bisnis bukan perkara yang mudah, kalo keinginan tidak ikhlas dan tulus maka ketika bisnis gagal maka akan membuat diri kita mundur dari cita-cita sebagai pengusaha. Ingin jadi pengusaha bukan karena untuk mengisi waktu dan hanya ingin mengerjakan sesuatu. Membangun bisnis perlu perhatian yang totalitas
3. kejujuran. proses bisnis selalu tidak bisa lepas dari trust/kepercayaan antara pihak-pihak yang berinteraksi di dalam bisnis minimal kepercayaan antara penjual/pengusaha dengan pembeli. Rasa kepercayaan satu sama lain bisa dibangun hanya jika tidak ada dusta diantara penjual dan pembeli. Sekali saja dusta maka bisnis akan hancur karena hilangnya trust/kepercayaan
4. kesehatan. Jika tubuh kita sehat maka kita akan mempunyai kemampuan untuk menjalankan proses membangun bisnis. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga karena membangun bisnis melibatkan proses psikologi yang jika tidak pandai mengatur akan mengakibatkan stress. Stress itulah yang akan menurunkan daya tahun tubuh, daya tahan tubuh yang menurun akan mengakibatkan sakit.
5. mengambil resiko. Bisnis selalu mempunyai piliha-pilihan, di dalam pilihan-pilihan bisnis selalu terikut di dalamnya resiko. oleh karena itu, kesiapan mengambil resiko adalah diperlukan untuk memecahkan persoalan yang dihadapi dalam bisnis. Namun, pengambilan resiko tidak boleh ceroboh, harus dengan proses prtimbangan rasional dan obyektif dengan melihat pada tingkat resiko yang akan terjadi pada setiap pilihan-pilihan bisnis
6. membuat keputusan. jika membangun usaha selalu disertai dengan proses pengambilan keputusan bahkan terkadang menghadapi keputusan yang sulit semisal harus merumahkan karyawan karena tidak bisa bekerja dengan baik
7. keadaan keluarga. faktor dukungan keluarga sangat penting bahkan dukungan mereka merupakan faktor terpenting, keluarga adalah orang paling dekat (idealnya lho) dengan kita, yang jika kita sedang pusing memikirkan bisnis, kita bisa mendiskusikan dengan mereka. Apalagi jika kita adalah kepala keluarga, tentu dukungan istri sangat menentukan (idealnya lagi lho)
8. keterampilan mengelola usaha. ini adalah keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai. keterampilan dalam bidang penjualan adalah yang paling penting, tetapi keterampilan dalam bidang lain juga diperlukan seperti pengelolaan biaya dan penjualan. keterampilan mengelola usaha merupakan keterampilan yang sifatnya umum, bisnis apa saja membutuhkan jenis keterampilan ini.
9. keterampilan teknis. keterampilan lain yang perlu dikuasai selain keterampilan mengelola usaha yaitu keterampilan teknis. keterampilan teknis ini bersifat khusus tergantung pada bisnis yang akan diterjuni. kalo kita akan terjun ke dunia percetakan, maka kita menguasai keterampilan desain grafis dan mengoperasikan mesin-mesin percetakan
10.pengetahuan tentang jenis usaha. gabungan antara keterampilan teknis dan keterampilan mengelola usaha akan menggambarkan pengetahuan tentang jenis usaha kita
Bagi yang belum memiliki faktor-faktor diatas, mari kita pelajari, sedangkan yang sudah memiliki, mari kita implementasikan. Kita bisa mempelajari sambil mengerjakan/mengimplementasikan.
Semoga bermanfaat
Minggu, 27 Desember 2009
Hobiku, Bisnisku
Menjalankan bisnis selalu dimulai dari adanya proses identifikasi peluang bisnis. Proses identifikasi peluang bisnis bukan perkara yang mudah tapi juga bukan perkara yang sulit. Biasanya proses identifikasi peluang bisnis membutuhkan waktu dan perhatian yang lumayan lama. Prosesnya bisa berupa diskusi sama temen, merenung, berjalan-jalan ke pasar, studi banding, membaca majalah/koran dan sebagainya. Jadi, akan butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Itupun tidak semua peluang usaha akan bisa diimplementasikan (setelah dilakukan analisa sebelumny), dengan begitu apakah kita rugi melakukan proses yang lama itu tadi ? Tentu hal tersebut tidak sia-sia karena bisa jadi kita akan lebih dewasa dengan proses tersebut. Adakah proses identifikasi peluang usaha yang lebih singkat, murah dan cepat ??? Jawabannya ; Tentu ada.
Hobiku dan bisnisku dimaksudkan untuk menjadikan hobi yang dimiliki sebagai wahana untuk mendapatkan penghasilan. Penghasilan yang ada bisa bersifat penghasilan sampingan maupun penghasilan yang tetap. Apakah sangat mungkin menjadikan hobi sebagai bisnis ??? Jawabannya : sangat mungkin sekali. Pada dasarnya, hobi adalah pengetahuan yang kita miliki dimana pengetahuan tersebut sudah bukan bersifat teoritis lagi melainkan sudah bersifat operasional karena sudah dilakukan berulang kali.
Disebutkan di dalam Wikipedia, Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris "Hobby". Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatakan kesenangan . Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti mengumpulan sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa.
Disebutkan di dalam http://bisnisislami.wordpress.com bahwa dalam kamus bahasa Indonesia, bisnis diartikan sebagai usaha dagang , usaha komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha.
Terkait dengan bisnis, tujuan hobi bukan lagi mencari kesenangan melainkan juga untuk mencari (tambahan) penghasilan. Manfaat menjadikan hobi sebagai wahana mencari penghasilan : Dunia bisnis merupakan dunia yang menantang dan penuh ketidakpastian, sehingga orang yang berusaha masuk di dalamnya akan sedikit banyak mengalami tekanan. Rasa tekanan itu muncul karena berhasil tidaknya bisnis sangat ditentukan oleh sikap dan usaha yang dilakukan oleh diri sendiri. Rasa tekanan ini akan lebih terasa di awal bisnis dirintis. Harus kerja lembur, merencanakan pemasaran sendiri, mengetik rencana sendiri, menyapu dan membersihkan kantor sendiri dan kalo rugi ditanggung sendiri !!!. Rasa tekanan tersebut akan terkurangi jika bisnis yang kita pilih adalah sesuatu yang sudah menjadi HOBI. Seandainya kita merugi ketika menjadikan hobi kita jadi bisnis, kita tidak akan merasa terlalu shock dan bisa jadi kita malah mempunyai semangat bangkit yang lebih kuat
Trus cara menjadikan hobi jadi bisnis bagaimana ???. Tentu tidaklah semudah membalikkan tangan, tetap ada usaha yang kita lakukan. Usaha yang perlu dilakukan antara lain :
1. bangun komunikasi dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama. saat ini banyak media yang bisa dipakai untuk membangun jaringan semisal facebook, twitter dan sebagainya
2. ajaklah diskusi bagaimana hobi kita bisa menjadi layak jual.
3. tawarkan hobi kita pada orang lain, semisal kita punya hobi memelihara burung, karena hobi, tentu kita sangat tahu berbagai macam jenis burung dan cara memeliharanya. Peluang bisnis yang bisa kita turunkan dari hobi kita bisa sangat banyak seperti mengadakan pelatihan cara memelihara burung, memproduksi burung dalam skala banyak dan trus menjualnya dll
Apakah hobi itu bakat ??? ketika mendengar bakat, kita seringkali trus merasa menyerah karena bakat selalui kita asosiasikan dengan apa yang kita fikirkan dan kerjakan pada saat ini. Bakat adalah potensi yang kita miliki karena Anugerah dari Allah, karena baru bersifat potensi maka bakat belum tentu menjelma menjadi sesuatu yang bisa kita lihat. Bakat bisa menjelma dan berkembang sangat dipengaruhi oleh lingkungan kita. Oleh karenanya, kita harus banyak berinteraksi dan berkomunikasi dengan banyak orang supaya dengan sendirinya bakat itu muncul menjadi sesuatu yang nyata. Jadi, hobi itu bisa lahir dari bakat kita dan bakat kita akan muncul jika kita berada pada lingkungan yang tepat.
Hobiku dan bisnisku dimaksudkan untuk menjadikan hobi yang dimiliki sebagai wahana untuk mendapatkan penghasilan. Penghasilan yang ada bisa bersifat penghasilan sampingan maupun penghasilan yang tetap. Apakah sangat mungkin menjadikan hobi sebagai bisnis ??? Jawabannya : sangat mungkin sekali. Pada dasarnya, hobi adalah pengetahuan yang kita miliki dimana pengetahuan tersebut sudah bukan bersifat teoritis lagi melainkan sudah bersifat operasional karena sudah dilakukan berulang kali.
Disebutkan di dalam Wikipedia, Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang. kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris "Hobby". Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatakan kesenangan . Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti mengumpulan sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa.
Disebutkan di dalam http://bisnisislami.wordpress.com bahwa dalam kamus bahasa Indonesia, bisnis diartikan sebagai usaha dagang , usaha komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha.
Terkait dengan bisnis, tujuan hobi bukan lagi mencari kesenangan melainkan juga untuk mencari (tambahan) penghasilan. Manfaat menjadikan hobi sebagai wahana mencari penghasilan : Dunia bisnis merupakan dunia yang menantang dan penuh ketidakpastian, sehingga orang yang berusaha masuk di dalamnya akan sedikit banyak mengalami tekanan. Rasa tekanan itu muncul karena berhasil tidaknya bisnis sangat ditentukan oleh sikap dan usaha yang dilakukan oleh diri sendiri. Rasa tekanan ini akan lebih terasa di awal bisnis dirintis. Harus kerja lembur, merencanakan pemasaran sendiri, mengetik rencana sendiri, menyapu dan membersihkan kantor sendiri dan kalo rugi ditanggung sendiri !!!. Rasa tekanan tersebut akan terkurangi jika bisnis yang kita pilih adalah sesuatu yang sudah menjadi HOBI. Seandainya kita merugi ketika menjadikan hobi kita jadi bisnis, kita tidak akan merasa terlalu shock dan bisa jadi kita malah mempunyai semangat bangkit yang lebih kuat
Trus cara menjadikan hobi jadi bisnis bagaimana ???. Tentu tidaklah semudah membalikkan tangan, tetap ada usaha yang kita lakukan. Usaha yang perlu dilakukan antara lain :
1. bangun komunikasi dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama. saat ini banyak media yang bisa dipakai untuk membangun jaringan semisal facebook, twitter dan sebagainya
2. ajaklah diskusi bagaimana hobi kita bisa menjadi layak jual.
3. tawarkan hobi kita pada orang lain, semisal kita punya hobi memelihara burung, karena hobi, tentu kita sangat tahu berbagai macam jenis burung dan cara memeliharanya. Peluang bisnis yang bisa kita turunkan dari hobi kita bisa sangat banyak seperti mengadakan pelatihan cara memelihara burung, memproduksi burung dalam skala banyak dan trus menjualnya dll
Apakah hobi itu bakat ??? ketika mendengar bakat, kita seringkali trus merasa menyerah karena bakat selalui kita asosiasikan dengan apa yang kita fikirkan dan kerjakan pada saat ini. Bakat adalah potensi yang kita miliki karena Anugerah dari Allah, karena baru bersifat potensi maka bakat belum tentu menjelma menjadi sesuatu yang bisa kita lihat. Bakat bisa menjelma dan berkembang sangat dipengaruhi oleh lingkungan kita. Oleh karenanya, kita harus banyak berinteraksi dan berkomunikasi dengan banyak orang supaya dengan sendirinya bakat itu muncul menjadi sesuatu yang nyata. Jadi, hobi itu bisa lahir dari bakat kita dan bakat kita akan muncul jika kita berada pada lingkungan yang tepat.
Kamis, 24 Desember 2009
Sumber Kegagalan Bisnis
Hidup bahagia dan sejahtera merupakan harapan semua orang. Apa sih yang bisa membuat orang bahagia dan sejahtera ?? Salah satunya adalah tercukupinya kebutuhan hidup. Rasa cukup bersifat relatif bagi setiap orang. Pertanyaanya dengan apa kebutuhan hidup tercukupi ? Cukupkah dengan uang ? Tentu tidak cukup tapi tanpa uang banyak hal yang bermanfaat tidak bisa dilakukan. Tanpa uang, kita tidak bisa berinfaq, tidak bisa zakat dan secara umum tidak bisa membantu orang lain. So, uang harus diusahakan dengan harapan bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Dengan apa kita bisa mendapatkan uang ?? Banyak jalan yang bisa ditempuh. Bisa dengan bekerja dengan orang lain tapi bisa juga dengan membuka usaha sendiri. Untuk jangka panjang, saya sarankan untuk membuka usaha sendiri. Salah satu manfaatnya adalah usaha yang dimiliki sendiri bisa diwariskan kepada anak-anak kita. Sangat mungkin sekali, anak-anak kita tidak perlu cari kerja lagi tapi cukup mengembangkan apa yang sudah kita rintis saat ini.
Membuka dan menjalankan usaha merupakan aktivitas yang sangat menegangkan. So, perlu kita waspadai beberapa persoalan (anggap saja ini sebagai tantangan)yang jika diabaikan akan mengakibatkan kehilangan uang/barang yang telah diinvestasikan. Persoalan tersebut antara lain :
1. Usaha dijalankan tanpa visi, misi dan strategi yang jelas. visi adalah harapan di masa depan terhadap bisnis yang kita bangun sedangkan misi adalah cara untuk mencapai harapan bisnis di masa datang. Strategi merupakan panduan dalam menjalankan bisnis secara operasional. Strategi terbentuk setelah melakukan komparasi antara visi dan misi dengan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, threatment). Akan dibawa kemana bisnis kita ?? tergantung penetapan visi, misi dan strategi bisnis yang kita tetapkan sebelumnya
2. Tidak adanya keterampilan dan keahlian yang mendukung proses bisnis. Keterampilan dan keahlian merupakan syarat penting jika tidak dimiliki maka kita hanya akan menggantungkan operasional bisnis pada karyawan, lalu bagaimana jika karyawan keluar dan kita tidak mampu mengoperasikan bisnis ?? Bisa-bisa bisnis mati sebelum berkembang
3. Pengalaman yang masih kurang dan belum seimbang. Pengalaman bisa kita miliki jika kita pernah melakukan bisnis. Jangan pernah berpikir hanya dengan sekali mencoba bisnis kita akan berhasil dalam bisnis. Ingat..kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, gagal memang pahit tapi tidak pernah mencoba akan terasa lebih pahit lagi. Jika kita pernah gagal, itu berarti akan ada kemungkinan berhasil tapi jika tidak pernah mencoba, bagaimana ada kemungkinan akan berhasil ???
4. Masalah pemasaran yang sudah jenuh. Pemasaran adalah faktor penting dalam bisnis tanpa pasar, tidak ada produk kita yang menjadi uang. Dalam analisa pemasaran, minimal kita bisa menjawab pertanyaan seperti ini : kebutuhan konsumen apa yang bisa terpenuhi dengan produk kita ? Kira-kira berapa jumlah konsumen kita ? apakah konsumen kita termasuk kalangan menengah, bawah atau atas ??
5. Tidak adanya proses inovasi produk. Pasar yang ada pada saat ini bisa dibilang pasar persaingan sempurna, dalam situasi demikian, sah-sah saja jika pesaing masuk ke bisnis yang sama dengan kita dan bolah saja mengeluarkan produk yang mirip dengan produk kita. Bagaimana nasib produk dan bisnis kita jika produk kita sudah ada yang meniru dan bahkan menggantikan ??? Dengan inovasi produk, berarti kita telah memperpanjang umur bisnis kita
6. Pengeluaran biaya yang tinggi. Biaya tinggi bisa terjadi karena dua faktor yaitu internal dan eksternal bisnis. Situasi eksternal akan sangat mempengaruhi bisnis seperti peraturan pajak, ijin usaha, nilai tukar mata uang. Situasi eksternal bisa mengakibatkan biaya produksi naik karena meningkatkan harga bahan baku, meningkatkan pajak sehingga mengurangi profit atau dengan pajak kita akan menaikkan harga jual produk, dengan konsekuensi larinya konsumen ke produsen yang lain.
7. Terlalu banyak asset. Asset merupakan faktor yang memungkinkan kita untuk berpoduksi tapi jika asset terlalu banyak itu artinya banyak uang yang berhenti (menurunnya likuditas, padahal uang diperlukan untuk mengoperasikan bisnis. Sangat disarankan, jika bisnis masih awal untuk jangan terlalu banyak memiliki asset. So, pilihlah bisnis yang memungkinkan dijalankan tanpa banyak asset kecuali jika Anda mempunyai modal yang besar mungkin lain persoalan.
8. Tidak adanya strategi marketing mix yang jelas. Faktor yang ada di dalam marketing mix adalah price, product, promotion dan place. Keempat faktor tersebut perlu dikelola supaya produk kita bisa bersaing di pasar. Jangan tempatkan lokasi bisnis dilokasi yang jauh dari konsumen atau jangan lepas produk di pasar tanpa adanya promosi sebelmnya.
9. Adanya bencana. Bersabar saja jika ada bencana, mungkin saja Allah punya rencana yang lebih baik terhadap bisnis kita.
Semua persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan usaha dan proses yang ulet dan telaten. Ingat..persoalan itu ada bukan untuk menyurutkan langkah di dalam bisnis melainkan sesuatu yang mendorong untuk semakin tertantang membangun bisnis.
Dengan apa kita bisa mendapatkan uang ?? Banyak jalan yang bisa ditempuh. Bisa dengan bekerja dengan orang lain tapi bisa juga dengan membuka usaha sendiri. Untuk jangka panjang, saya sarankan untuk membuka usaha sendiri. Salah satu manfaatnya adalah usaha yang dimiliki sendiri bisa diwariskan kepada anak-anak kita. Sangat mungkin sekali, anak-anak kita tidak perlu cari kerja lagi tapi cukup mengembangkan apa yang sudah kita rintis saat ini.
Membuka dan menjalankan usaha merupakan aktivitas yang sangat menegangkan. So, perlu kita waspadai beberapa persoalan (anggap saja ini sebagai tantangan)yang jika diabaikan akan mengakibatkan kehilangan uang/barang yang telah diinvestasikan. Persoalan tersebut antara lain :
1. Usaha dijalankan tanpa visi, misi dan strategi yang jelas. visi adalah harapan di masa depan terhadap bisnis yang kita bangun sedangkan misi adalah cara untuk mencapai harapan bisnis di masa datang. Strategi merupakan panduan dalam menjalankan bisnis secara operasional. Strategi terbentuk setelah melakukan komparasi antara visi dan misi dengan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, threatment). Akan dibawa kemana bisnis kita ?? tergantung penetapan visi, misi dan strategi bisnis yang kita tetapkan sebelumnya
2. Tidak adanya keterampilan dan keahlian yang mendukung proses bisnis. Keterampilan dan keahlian merupakan syarat penting jika tidak dimiliki maka kita hanya akan menggantungkan operasional bisnis pada karyawan, lalu bagaimana jika karyawan keluar dan kita tidak mampu mengoperasikan bisnis ?? Bisa-bisa bisnis mati sebelum berkembang
3. Pengalaman yang masih kurang dan belum seimbang. Pengalaman bisa kita miliki jika kita pernah melakukan bisnis. Jangan pernah berpikir hanya dengan sekali mencoba bisnis kita akan berhasil dalam bisnis. Ingat..kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, gagal memang pahit tapi tidak pernah mencoba akan terasa lebih pahit lagi. Jika kita pernah gagal, itu berarti akan ada kemungkinan berhasil tapi jika tidak pernah mencoba, bagaimana ada kemungkinan akan berhasil ???
4. Masalah pemasaran yang sudah jenuh. Pemasaran adalah faktor penting dalam bisnis tanpa pasar, tidak ada produk kita yang menjadi uang. Dalam analisa pemasaran, minimal kita bisa menjawab pertanyaan seperti ini : kebutuhan konsumen apa yang bisa terpenuhi dengan produk kita ? Kira-kira berapa jumlah konsumen kita ? apakah konsumen kita termasuk kalangan menengah, bawah atau atas ??
5. Tidak adanya proses inovasi produk. Pasar yang ada pada saat ini bisa dibilang pasar persaingan sempurna, dalam situasi demikian, sah-sah saja jika pesaing masuk ke bisnis yang sama dengan kita dan bolah saja mengeluarkan produk yang mirip dengan produk kita. Bagaimana nasib produk dan bisnis kita jika produk kita sudah ada yang meniru dan bahkan menggantikan ??? Dengan inovasi produk, berarti kita telah memperpanjang umur bisnis kita
6. Pengeluaran biaya yang tinggi. Biaya tinggi bisa terjadi karena dua faktor yaitu internal dan eksternal bisnis. Situasi eksternal akan sangat mempengaruhi bisnis seperti peraturan pajak, ijin usaha, nilai tukar mata uang. Situasi eksternal bisa mengakibatkan biaya produksi naik karena meningkatkan harga bahan baku, meningkatkan pajak sehingga mengurangi profit atau dengan pajak kita akan menaikkan harga jual produk, dengan konsekuensi larinya konsumen ke produsen yang lain.
7. Terlalu banyak asset. Asset merupakan faktor yang memungkinkan kita untuk berpoduksi tapi jika asset terlalu banyak itu artinya banyak uang yang berhenti (menurunnya likuditas, padahal uang diperlukan untuk mengoperasikan bisnis. Sangat disarankan, jika bisnis masih awal untuk jangan terlalu banyak memiliki asset. So, pilihlah bisnis yang memungkinkan dijalankan tanpa banyak asset kecuali jika Anda mempunyai modal yang besar mungkin lain persoalan.
8. Tidak adanya strategi marketing mix yang jelas. Faktor yang ada di dalam marketing mix adalah price, product, promotion dan place. Keempat faktor tersebut perlu dikelola supaya produk kita bisa bersaing di pasar. Jangan tempatkan lokasi bisnis dilokasi yang jauh dari konsumen atau jangan lepas produk di pasar tanpa adanya promosi sebelmnya.
9. Adanya bencana. Bersabar saja jika ada bencana, mungkin saja Allah punya rencana yang lebih baik terhadap bisnis kita.
Semua persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan usaha dan proses yang ulet dan telaten. Ingat..persoalan itu ada bukan untuk menyurutkan langkah di dalam bisnis melainkan sesuatu yang mendorong untuk semakin tertantang membangun bisnis.
Selasa, 22 Desember 2009
Memaknai Tahun Baru
Saat-saat ini kita sedang berada pada tepian tahun. Kita berada pada awal tahun hijriah 1430 H dan sekaligus berada pada akhir tahun 2009. Bagi sebagian orang, pergantian tahun merupakan hal yang biasa dan melaluinya dengan pesta dan senang-senang tapi bagi sebagian orang pergantian tahun merupakan saat dimana perlu melakukan evaluasi diri untuk lebih menata dan mengorientasikan cita-cita di masa datang. Termasuk manakah diri kita ???
Kemana arah masa depan kita adalah tergantung pada diri kita. Tergantung pada sejauh mana diri kita melakukan evaluasi potensi yang dimiliki. Sudahkah potensi itu kita optimalkan ataukah potensi kita biarkan saja dan hilang begitu saja seiring dengan waktu yang terlewat. Kegagalan dan keberhasilan di masa datang adalah hasil dari do'a, usaha dan proses yang kita lakukan saat ini. Setiap orang pastilah menghadapi persoalan kehidupan, orang yang paling baik adalah orang yang menjadikan persoalan kehidupan sebagai tantangan yang perlu diselesaikan secara rasional dan kreatif. Ada persoalan keluarga, bisnis, pekerjaan, kesejahteraan,penghasilan, kesehatan dan sebagainya.
Langkah-langkah yang perlu kita lakukan saat evaluasi diri antara lain :
1. Bersikaplah positif atas segala kondisi yang dihadapi saat ini. Sikap positif
inilah yang akan melahikan energi optimisme yang dahsyat dan akan menjadi bahan
bakar untuk mencapai keberhasilan di masa datang
2. Idenfitikasi hal-hal yang telah kita capai saat ini dan yang belum kita capai
saat ini. Identifikasi perlu kita lakukan karena kita berharap apa yang akan kita
capai di masa depan adalah kelanjutan dari apa yang pernah kita lakukan
3. Beri prioritas hal-hal yang akan kita capai di masa datang. Kita tidak akan mampu
mencapai segala apa yang kita inginkan karena segala keterbatasan yang kita
miliki (waktu, biaya dan sebagainya).
4. Fokuskan perhatian dan energi kita pada prioritas tertinggi yang telah ditetapkan
5. Tetapkan target dari apa yang telah kita tentukan untuk dicapat
6. Susunlah perencanaan waktu dan biaya yang akan kita gunakan untuk mencapai target
yang telah ditetapkan
7. Kerjakan seluruh rencana yang telah disusun dengan disertai do'a kepada Allah
Kita semua sadar bahwa memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan tapi dengan perencanaan yang matang, minimal akan mengarahkan aktivitas keseharian kita.
Perencanaan adalah ikhtiar kita tanpa bermaksud memastikan masa depan. Masa depan adalah berada pada tangan Allah.
Semoga bermanfaat
Kemana arah masa depan kita adalah tergantung pada diri kita. Tergantung pada sejauh mana diri kita melakukan evaluasi potensi yang dimiliki. Sudahkah potensi itu kita optimalkan ataukah potensi kita biarkan saja dan hilang begitu saja seiring dengan waktu yang terlewat. Kegagalan dan keberhasilan di masa datang adalah hasil dari do'a, usaha dan proses yang kita lakukan saat ini. Setiap orang pastilah menghadapi persoalan kehidupan, orang yang paling baik adalah orang yang menjadikan persoalan kehidupan sebagai tantangan yang perlu diselesaikan secara rasional dan kreatif. Ada persoalan keluarga, bisnis, pekerjaan, kesejahteraan,penghasilan, kesehatan dan sebagainya.
Langkah-langkah yang perlu kita lakukan saat evaluasi diri antara lain :
1. Bersikaplah positif atas segala kondisi yang dihadapi saat ini. Sikap positif
inilah yang akan melahikan energi optimisme yang dahsyat dan akan menjadi bahan
bakar untuk mencapai keberhasilan di masa datang
2. Idenfitikasi hal-hal yang telah kita capai saat ini dan yang belum kita capai
saat ini. Identifikasi perlu kita lakukan karena kita berharap apa yang akan kita
capai di masa depan adalah kelanjutan dari apa yang pernah kita lakukan
3. Beri prioritas hal-hal yang akan kita capai di masa datang. Kita tidak akan mampu
mencapai segala apa yang kita inginkan karena segala keterbatasan yang kita
miliki (waktu, biaya dan sebagainya).
4. Fokuskan perhatian dan energi kita pada prioritas tertinggi yang telah ditetapkan
5. Tetapkan target dari apa yang telah kita tentukan untuk dicapat
6. Susunlah perencanaan waktu dan biaya yang akan kita gunakan untuk mencapai target
yang telah ditetapkan
7. Kerjakan seluruh rencana yang telah disusun dengan disertai do'a kepada Allah
Kita semua sadar bahwa memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan tapi dengan perencanaan yang matang, minimal akan mengarahkan aktivitas keseharian kita.
Perencanaan adalah ikhtiar kita tanpa bermaksud memastikan masa depan. Masa depan adalah berada pada tangan Allah.
Semoga bermanfaat
Langganan:
Entri (Atom)